LAHAT — Pemerintah Kabupaten Lahat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Bimbingan Teknis Daerah Digitalisasi Pembelajaran Jenjang Sekolah Dasar (SD) Tahap 7 Tahun 2026, sebagai bagian dari program digitalisasi pembelajaran yang dicanangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 5–8 Oktober 2026, di Hotel Santika Lahat, diikuti ratusan guru SD dari berbagai wilayah di Kabupaten Lahat. Para peserta mendapatkan pembekalan sekaligus kesempatan untuk mempraktikkan penggunaan perangkat dan teknologi digital dalam mendukung proses pembelajaran di sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat, H. Niel Aldrin, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia meminta seluruh peserta menerapkan ilmu yang diperoleh dan membagikannya kepada guru lainnya di sekolah masing-masing.
“Bimtek ini bukan sekadar seremonial. Ilmu yang didapat di sini tidak boleh berhenti di ruangan ini. Bapak dan Ibu wajib mengimbaskan kepada rekan guru lainnya di sekolah,” tegas Niel Aldrin.
Niel juga mendorong para guru untuk aktif mengikuti sesi praktik dan tidak takut mencoba berbagai perangkat maupun materi yang diberikan selama pelatihan.
“Banyak praktiknya. Apa yang dipelajari hari ini langsung dipraktikkan. Nyalakan laptop, gunakan alatnya, dan kalau belum paham jangan diam. Silakan bertanya,” ujarnya.

Menurut Niel, penguasaan teknologi digital oleh guru harus memberikan dampak nyata terhadap kualitas pembelajaran. Karena itu, setiap peserta diharapkan mampu menjadi penggerak transformasi digital di lingkungan sekolahnya.
Ia juga mengingatkan para peserta agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya dan tidak hanya menguasai materi untuk kepentingan pribadi.
“Kesempatan seperti ini belum tentu datang dua kali. Manfaatkan sebaik-baiknya dan jadilah pelopor pembelajaran digital di sekolah masing-masing,” katanya.
Pelaksanaan Bimtek Digitalisasi Pembelajaran Tahap 7 tersebut turut mendapat pendampingan dari para pengawas pendidikan. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat penerapan hasil pelatihan setelah para guru kembali ke sekolah masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Lahat berharap para guru semakin siap memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar, sehingga pembelajaran di tingkat SD menjadi lebih modern, interaktif, efektif, dan menyenangkan serta mampu mendukung lahirnya generasi yang cerdas dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Sumber : Tapase Media Nusantara

Tinggalkan Balasan