Lahat – Petugas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lahat menemukan pekerja proyek rehabilitasi SDN 15 Lahat memasang keramik baru tanpa membongkar keramik lama. Proyek yang dikerjakan PT Malindo Rambang Perkasa ini langsung dievaluasi.

Selain tidak sesuai spesifikasi, pekerja juga tampak jelas tidak menggunakan peralatan keselamatan kerja (K3). Mereka terlihat hanya memakai sandal jepit, celana pendek, dan tanpa helm maupun sepatu safety saat mengaduk semen dan memasang keramik di lokasi proyek.
Pekerja diminta membongkar serta memperbaiki pekerjaan sesuai spesifikasi. Kepala Bidang SD Disdikbud Lahat, Arlan Darqomi, menegaskan setiap pekerjaan harus sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB). Jika ditemukan penyimpangan, pihaknya akan memberikan tindakan tegas.

Waktu pemasangan keramik yang lama tidak dibongkar, langsung ditimpa dengan adukan terus dipasang keramik baru. Nah kita juga berpikir, itu kira-kira kan keramik kan licin. Kalau adukan itu bergeser, pasti keramiknya bergeser juga. Jadi tidak akan bagus mutu dan kualitasnya nanti untuk ke depan,

Proyek rehabilitasi ini bersumber dari APBD Kabupaten Lahat dengan nilai kontrak Rp526.166.000. Disdikbud memastikan pengawasan akan terus dilakukan agar kualitas pekerjaan terjaga di lapangan.
Penulis: Riko Amanda Putra
Sumber: Tapase Media Nusantara

Tinggalkan Balasan