Desa Tanjung Raya — Masyarakat Desa Tanjung Raya menggelar tradisi berkarang bersama di sungai desa sebagai rangkaian acara menyambut wafat Nabi Muhammad SAW dan para ulama. Kegiatan yang digelar di tengah suasana gotong royong ini sekaligus menjadi momentum melestarikan tradisi turun-temurun serta menikmati hasil sungai sendiri.
Yadi sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) menjelaskan bahwa acara ini digelar dalam rangka menyambut wafat Nabi Muhammad SAW beserta para ulama terkasih. “Kami mengadakan ibarat beson berkarang bersama dalam masyarakat.”

Ikan-ikan yang diperoleh bukan hasil tebaran sengaja, melainkan hasil sungai yang memang dibudidayakan secara tradisional dari tahun ke tahun. “Alhamdulillah dari hasil sungai sendiri, abadi dan memang dibudidayakan dari tradisi tahun menurun-menurun dari tahun dulu sampai sekarang,”
Jenis ikan yang banyak ditemukan di antaranya kebawang, samutek, keliat, paung, dan cengkak. Semua merupakan ikan sungai khas dusun setempat. Kegiatan ini diikuti warga, termasuk Ibu Kepala Desa yang turut serta mengumpulkan hasil tangkapan dalam ember merah besar.

Hasil tahun ini disebut lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Sekdes berharap tradisi ini terus dilestarikan dan dikembangkan. “Insya Allah kami akan tetap abadikan dan kepada pemerintah pusat kalau bisa kami ingin membantu untuk dibidikkan dan dikembangkan untuk ke depannya”. Hasil tangkapan nantinya dibagikan kepada masyarakat. “Insyaallah dibagi ke masyarakat,” tegasnya, kegiatan ini ditujukan untuk kemajuan masyarakat agar warga bisa menikmati hasil sungai mereka sendiri.
Acara berlangsung meriah dengan partisipasi warga di sekitar sungai dan mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa tradisi lokal masih hidup dan bermanfaat bagi kesejahteraan warga Desa Tanjung Raya.
Penulis : Riko Amanda Putra
Sumber : Tapase Media Nusantara

Tinggalkan Balasan